Puncak Festival Etrepreneurship FEB UP

Jakarta – Menggagas dan Mengkaji Entrepanership Pancasila membangun model perilaku Pancasilais, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pancasila gelar Festival Entrepreneurship Pancasila, diaula kampus Universitas Pancasila Lenteng Agung.(13/8).

Festival Entrepreneurship Pancasila merupakan bagian dari tugas Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) sebagai institusi Perguruan Tinggi di Universitas Pancasila untuk melaksanakan kegiatan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

Diadakannya acara ini menjadikan Universitas Pancasila sebagai institusi pendidikan, entreprenership ini kan proses yang sangat panjang sebagai inkubator bisnis untuk oara mahasiswa/i memamerkan produk. Dr Sri Widiastuti selaku

Hal ini dilakukan untuk menjadi entrepreneurship pancasilais itu seperti apa, tidak semudah membalikan telapak tangan, harus ada pelatihan filosofi dan pendampingannya sehingga mereka mampu melaksanakan nilai-nilai pancasila itu sendiri.

“Artinya bagaimana mereka membuat produk yang ramah lingkungan yang sehat karena setiap oroduk makanan itu dana kadarluasanya, ini proses intinya memberukan bekal kepada mereka apa itu entrepreneurship pancasilais”. Ujarnya.

Sementara Kepala Bappenas,Prof.Dr. Bambang Brodjonegoro, mengapresrasi Universitas Pancasila yang telah mengadakan kegiatan entrepreneurship,

menurut dia diIndonesia masih sedikit yang memiliki jiwa entrepreneurshipnya, diharapkan pengembangan entrepreneur melalui Perguruan Tinggi merupakan upaya strategis untuk melahirkan wirausaha muda

Menurut dia untuk melahirkan entrepreneurshil jangn hanya pengusaha besar yang diakomodir namun harus mampu kembangkan usaha mikro kelas menenganh (UMKM)

pemerintah harus mendorong bagaimana pelaku UMKM itu bisa naik kelas, hal ini dalam rangka mendorong kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang masih dalam kategori usaha kecil dan menengah.

Dengan program pendidikan ini, diharapkan lahir para wirausaha muda yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan perekonomian khususnya masyarakat Indonesia. (JH)