Kampus Tercinta IISIP untuk Jokowi Amin!

Gelombang dukungan terhadap pasangan capres cawapres nomor urut 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, terus bertambah. Kali ini deklarasi dukungan bagi Jokowi dilakukan Alumni Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Kampus Tercinta atau Alkater.

Ketua Alumni IISIP Alkater, Peter Julio Tarigan mengatakan, alasan dukungan diberikan karena Jokowi dinilai telah menunjukkan prestasi. Antara lain berhasil membentuk sistem birokrasi, ekonomi, dan demokrasi bangsa yang lebih baik. “Duet Jokowi-Ma’ruf Amin diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa ini,” kata Peter Tarigan dalam Deklarasi Alumni Kampus Tercinta Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta.

Peter menambahkan, kredibilitas KH Ma’ruf Amin sebagai pendamping Jokowi di periode kedua juga sudah tidak perlu diragukan lagi. Mereka yakin keduanya akan membawa Indonesia semakin maju.

Peter menyebutkan terdapat lima alasan besar mengapa Alkater mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Alasan pertama karena Jokowi diungkapkannya bukan bagian dari rezim Orde Baru dan tidak memiliki dosa masa lalu. Jokowi pun tidak pernah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) serta tidak terlibat kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN).

“Jokowi telah memberikan kerja nyata untuk Indonesia, seperti pembangunan infrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi, ketahanan ekonomi serta melindungi sumber daya Indonesia untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Peter, Alkater sepakat mendukung Jokowi-Ma’ruf untuk melanjutkan kerja nyata. Jokowi dinilai telah memberikan teladan dalam kepemimpinannya, meski memang masih ada yang harus diperbaiki.

“Oleh karena itu kami sepakat mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 untuk melanjutkan kerja nyata,” tegasnya.

Teruskan Cita-Cita Reformasi

Benjamin Tukan, alumnus Iisip lainnya, Jokowi-Amin merupakan pilihan tepat untuk meneruskan cita-cita reformasi. Tidak ada pilihan, 20 tahun reformasi harus diteruskan menuju Indonesia Maju bersama Jokowi.

“Kami yang dulu pernah berpartisipasi aktif menumbangkan rezim Orde Baru mengaku bangga bisa membuka keran demokrasi,” ungkap Benjamin.

“Tanpa perjuangan reformasi, rezim diktator Orde Baru tidak akan tumbang. Tanpa perjuangan reformasi, tidak akan muncul partai-partai seperti sekarang ini,” lanjutnya.

Alkater berpendapat, walau demokrasi semakin indah, kebebasan berpendapat, khususnya lewat media sosial justru berujung buruk pada demokrasi.

Apalagi saat ini media sosial justru dimanfaatkan sejumlah pihak untuk merebut kekuasaan lewat isu hoax dan SARA.

“Hoaks yang disertai isu kebencian SARA dan fitnah keji berpotensi merusak kerukunan bangsa, persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah terbina puluhan tahun bisa tercerai-berai,” tegas Benjamin.

Terkait hal tersebut, Alkater mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyukseskan Pemilu yang aman dan damai.(Jhon)