WORKSHOP KESEHATAN REPRODUKSI CALON PENGANTIN oleh Bidang KESMAS Dinas Kesehatan Kota Depok

DEPOK, suarapers.com – Bidang Kesehatan Masyarakat: Seksi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Depok melaksanakan Workshop Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin di Ruangan Melati, Balaikota Depok (Kamis, 3 Oktober 2019).

May Hariyanti selaku Kabid Kesmas, Dinas Kesehatan Kota Depok mengatakan bahwa kegiatan ini adalah implementasi dari program Kota Depok, yaitu Ketahanan Keluarga. Kegiatan yang dilakukan ini menyasar SDM. Yang mana hal ini sejalan dengan Nawacita Ke-5 yaitu meningkatkan kualitas SDM.

Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) secara nasional disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya Gizi buruk, penyakit menular atau bawaan orang tua kepada bayi, gangguan pernafasan dan kurangnya / kehabisannya darah ibu pasca melahirkan.

Menurutnya, untuk kasus Kota Depok, secara Nasional berada pada posisi ke 36. Meskipun ptesentasenya kecil, namun satu kasus kematian ibu atau bayi saja dalam dunia kesehatan dianggap sebagai kasus yang luar biasa. Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya hal tersebut, kegiatan ini dilakukan dimulai dari hulunya. Yaitu calon pengantin ini sebelum nantinya ia menikah, terlebih dahulu harus dibekali tentang kesehatan reproduksi. Hal ini dilakukan dalam bentuk konseling. Baik komunikasi, informasi dan edukasi. Semuanya ini dilakukan di Puskesmas setempat.

“Ini adalah kegiatan yang diimplementasi dari Program Ketahanan Keluarga. Di situ terdapat empat (4) Program Prioritas; 1. Menurunkan angka kematian ibu dan bayi, 2. Menurunkan prefelensi gizi buruk, 3. Mencegah penyakit menular, dan 4. Mengendalikan penyakit tidak menular. Dari keempat program prioritas tersebut, dapat dilihat bahwa ini berkaitan dengan Ibu dan Bayi. Bahwa perlu dilakukan pencegahan dan pengendalian penyakit menular yang dapat membahayakan Ibu dan Bayinya. Oleh karena itu, kegiatan ini kita konstentrasikan sebelum bayi tersebut lahir. Itu berarti yang kita sasar adalah pada Calon Pengantin (CATIN)” ucap May.

Sementara itu menurutnya hambatan yang dialamai yaitu, sosialisasi yang masih belum masif dan merata. Kemudian dari calon pengantin sendiri yang juga sulit membagi waktu dan sulitnya untuk berkomunikasi.

“Harapannya kami, dengan adanya kegiatan ini bagi para calon pengantin yang nantinya akan berkeluarga dapat menjaga kesehatannya sendiri dan pasangannya. Mengetahui apa yang harus dan tidak boleh dimakan. Dan ketika mengetahui penyakitnya, ia tahu harus berobat kemana. Sehingga nantinya kasus-kasus kematian ibu dan bayi tiap tahunnya bisa turun presentasenya. Bahkan kalau bisa, tidak ada” ucap

Sementara itu Ely Farida (Ketua PKK Kota Depok) yang juga hadir pada kegiatan tersebut mangatakan bahwa kegiatan yang dilakukan ini adalah kegiatan yang positif. Yang harus diketahui oleh masyarakat luas di Kota Depok. Terutama bagi anak muda usia 17 Tahun dan Calon Pengantin (CATIN).

“Tentunya ini adalah satu hal yang saya selalu melihat sisi positifnya. Bahwa ini adalah upaya baik yang dilakukan oleh Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Depok” ucap Farida.

Terkait kerjasama antar dinas, Ely menghimbau agar perlu adanya sinergitas antar kedinasan di Kota Depok.

“Untuk mensukseskan program ini, perlu adanya kerjasama antar Dinas. Seperti Dinas Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan, Dinas Sosial Kemasyarakatan, hingga Lembaga Keagamaan dan Lembaga Ketahanan Keluarga. Sehingga ada korelasi dari sisi kesehatan, sehingga Ketahanan keluarga ini menjadi frame yang nggak bisa dilepaskan antara satu sama lainnya” tutur Ely. (Joe)