Afrida: Semoga Pandemi Covid-19 Lekas Berlalu, kami Para Guru Begitu Kangen

DEPOK, suarapers.com – Kepala Sekolah SMPN.22 Kota Depok, Afrida Spd.i. MM, mengatakan bahwa, penyebaran pandemi Covid-19 yang tengah melanda bukan hanya di Indonesia bahkah negara lain pun menghadapi situasi yang sama.

Kondisi seperti ini tak bisa kita hindari, semua harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah di tentukan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami para guru begitu kangen dan rindu suasana seperti dulu. Suara canda dan tawa anak-anak, tapi situasi seperti ini tak bisa kita lawan. Sementara proses belajar mengajar harus tetap berjalan,”ucap Afrida saat di temui di ruang kerja yang penuh dengan nuansa ungu. Selasa, (20/10/20)

Kita para guru begitu rindu akan suasana seperti dulu, tidak bisa terbayangkan situasi seperti ini begitu lama dan menjenuhkan kita harus isi dengan hal-hal yang bermanfaat buat para murid.

“Kita para guru hanya bisa melihat, menyapa dan memberikan materi pelajaran pada siswa lewat PJJ. Tak terbayangkan sudah 7 bulan lamanya tanpa berjumpa dengan para murid,” Ucapnya lirih.

Masih menurut Afrida, penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) para guru memang agak kesulitan di awalnya namun akhirnya terbiasa juga sampai saat ini.

“Pada awalnya para guru memang agak canggung karena tidak terbiasa memberikan materi pelajaran jarak jauh lewat meet zoom. Guru harus bisa dan mampu menyampaikan materi pelajaran dengan baik. Makanya kita berikan pelatihan agar guru mampu menguasai tehnologi komputer. Maaf, karena kita kan sebagian gaptek, jadi perlu bimbingan pada yang mahir,”ucap Afrida sambil tertawa.

“Saat ini kita sudah mampu dan mengalami kemajuan bisa menggunakan dan menyesuaikan diri di situasi seperti ini, selain guru para murid juga mengalami hal yang sama terutama di awal dan juga bagi murid yang tidak mememiliki Hp bagus, ini menjadi kendala di tambah lagi mereka harus membeli paket atau pulsa serta sinyal yang kadang tidak normal dan Hp hanya satu dan itu pun bergantian iti juga kendala.”tambah Afrida.

“Bagi siswa yang tidak punya Hp kita bantu agar mereka bisa mengikuti pelajaran,”tambah kepsek penggemar berat warna unggu saat di temui di ruang kerjanya

Masih menurut Afrida, bagaimana pun pengajaran sistim seperti Dalam jaring (Daring) seperti ini pasti ada kekurangannya. Sesekali kita perlu lakukan juga Luar jaringan (Luring), tatap muka perlu di coba untuk mengilangkan kejenuhan siswa, tentunya dengan protokol kesehatan yang telah di tentukan.

Afrida berharap bisa memberikan pelajaran dengan tatap muka, tentunya dengan adanya batasan waktu dan jumlah siswa di setiap kelasnya.

“Untuk keperluannya seperti tempat cuci tangan, Sanitaiser, masker, cek suhu juga sudah kita siapkan, bila nanti di terapkan dan diperbolehkan. Untuk saat ini kan belum bisa di lakukan karena aturan pemerintah yang belum mengijinkannya. Memang ada beberapa daerah yang sudah mencoba tapi di depok belum bisa di terapkan.” Tambahnya

“Peran serta orang tua murid begitu penting, apalagi yang tergabung di dalam komite sekolah sangat membantu di situasi seperti ini agar terjalinnya kerja sama yang baik. (Joe)