Dalam Dunia Pendidikan Mutu Guru Perlu di Tingkatkan Agar Lebih propesional Lagi

 

Depok.SuaraPers.com. Tema yang di Angkat pada Forum Rencana kerja yang di lakukan dinas pendidikan Kota Depok, yang di laksanakan di Wisma Hijau, Mekarsari, Depok, Rabu (19/02/20)
Tema yang diangkat adalah: Peningkatan Mutu Pendidikan Guna Mencetak Generasi Yang Berdaya Saing Menuju Depok Unggul, Nyanman dan Religius.

Acara di hadiri oleh Narasumber Dari : Anggota DPRD Kota Depok Komisi D Suparyono, Bapeda Kota Depok, Kadisdik Kota Depok M.Tambrin, Bunda Elly Farida, LSM, LPM, Pokja Pendidikan, forum Anak serta tamu undangan lainnya.

Pembangunan infrastruktur untuk SMP yang sudah ada di seluruh SMP yang terdapat di 11 Kecamatan. Dinas pendidikan Kota Depok Di harapkan juga fokus untuk memberikan bantuan pembiayaan, khususnya bagi warga yang kurang mampu, Selain itu perlu Juga adanya uji kompetensi secara profesional Bagi para guru.

“Hal Ini tidak bisa dipungkiri lagi, baik negeri maupun swasta perlu ada peningkatan kompetensi, dalam mutu guru perlu di tingkatkan agar lebih profesional lagi Untuk mendapatkan hasil yang di harapkan.”Ucap Surapryono.

“Selain itu,” Tambah Dewan Dari jomosi D ini, “kepala Dinas pendidikan diharapkan segera menyingkapi permasalahan mutu guru agar memiliki daya saing di dalam menjalankan program Dan profesinya di dunia pendidikan di setiap sekolah. Tentunya ini adalah tanggung jawab bersama bukan hanya tugas dinas pendidikan saja tapi dinas pendidikan dan semua pihak agar mutu pendidikan Kota lebih berkualitas Baik swasta maupun negri.” Tambahnya lagi

Pada insan pers terkait masalah Program Merdeka belajar, program Merdeka belajar bukan berarti ujian dihapuskan di semua tingkatan SD dan SMP, ada standarisasi oleh Disdik dengan memberikan pemahaman ke anak-anak SD dan SMP,” Ucap Thambrin. Usai acara yang digelar pada forum Renja Disdik Kota Depok.

menurut Thambrin salah satu pokok kebijakan dalam program Merdeka belajar terkait ujian sekolah berstandar nasional atau USBN untuk lebih ditingkatkan di Sekolah Dasar atau SD tahun ini untuk ujian diserahkan kepada sekolah masing-masing dinas Pendidikan memfasilitasi tenaga pendidik dalam menyusun soal-soalnya

Begitu juga untuk penelitian kelulusan akan dinilai dari sejumlah aspek seperti portofolio berupa penilaian karakter anak prestasi non akademik ada juga penugasan USBN itu sendiri ujar Thambrin.

untuk Merdeka belajar pada SMP Thambrin mengatakan ujian nasional atau UN tingkat sekolah menengah pertama atau SMP Negeri dipastikan berbasis komputer atau UNBK dan perlu diketahui UN SMP tahun ini yang terakhir kalinya, “menyikapi kebijakan Merdeka belajar dari pusat kami berupaya hati-hati sekali menerapkannya kami ingin meluruskan bahwa ujian tidak dihapus,” Tambah Thambrin.

Selain itu mengenai penerimaan peserta didik baru atau PPDB melalui sistem zonasi awalnya memiliki bobot 90% dan tahun sekarang menjadi 50% Semoga dengan begini kualitas pendidikan di kota Depok semakin lebih baik lagi imbuhnya.

“Sarana dan prasana di tahun 2021 akan tetap fokus di dalam menyelesaikan pembangunan atau pun rehab sekolah sebagaimana dalam penyusunan Renja ini, ya masih tetap akan kita programkan, sebab masih banyak sekolah yang perlu kita bangun atau kita rehab agar lebih baik lagi mutu pendidikan Kota.” Ucap Thambrin.(Joe)