DPR-RI Komisi X Nuroji Kunjungi Situs Sejarah Keramat Sambi Kota Depok

DEPOK, suarapers.com – Hadir bersama DPRD Kota Depok komisi D, anggota Komisi X DPR-RI Nuroji menyambangi, situs makam Keramat Sambi yang terletak di Kota Depok, Rabu,(5/8/20)

Makam yang terdiri dari 3 makam yang bernilai sejarah yakni Umpi Si’un, Pengawalnya (kuda) serta makam Istri terakhirnya, kini menjadi Sorotan anggota dewan bila keberadaannya tidak segera di sikapi karena letak Situs yang keberadaannya di area pembangunan Kampus UIII Kota Depok.

Sebelumnya ketua Padepokan Satria Muda Betawi Ahmad Sastra Prayuanada telah beraudiensi dengan DPRD Kota Depok terkait situs makam Keramat Sambi yakni, Senin (27/8/20).

Situs Kramat Sambi yang kini nasibnya terancam akan digusur karena adanya proyek pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) diatas tanah milik Kementrian Agama.

Kehadiran para anggota disambut oleh tradis khas Kota Depok yakni palang pintu yang saling berbalas-balasan pantun dengan sindirian yang diberikan kepada anggota dewan yang memang kehadirannya telah di agendakan.

“Enak aja mau masuk-masuk, ane nungguin ente dari 2010, dini hari baru dateng,” ucap salah satu anggota palang pintu.

Ketua Komisi D DPRD Kota Depok Supriatni mengatakan, sebagai wakil rakyat di Kota Depok, pihaknya akan mengupayakan kelestarian situs budaya ini dengan cara memediasi pihak UIII dan Padepokan Satria Muda Betawi.

“Kita akan coba bicarakan dengan Disporyata kemudian, akan kita akan laporkan ke Pak Wali, Insya Allah akan kami mediasi,” ucapnya.

Saat ini Depok telah menemui titik terang dalam soal kebudayaan dimana sebelumnya Depok terkesan kebingungan soal budaya, dimana secara geografis depok masuk dalam wilayah Jawa Barat yang menganut budaya sunda, dan kini Depok yang dulu ikonnya Kota Belimbing berganti menjadi Smart City.

Masih dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi X DPR-RI Nuroji menjelaskan, meski dalam status yang lemah karena lahan dimana situs ini berada adalah milik kementrian agama Republik Indonesia, namun dirinya sebagai anggota DPR RI yang membidangi kebudayaan akan mengupayakan aspirasi Padepokan Satria Muda Betawi agar mendapat perhatian.

“Untuk jangka panjangnya, sesuai undang-undang kita mengajukan sebagai cagar budaya yang tentunya akan mendapat perlindungan dengan maksimal, untuk jangka pendek minta dispensasi dulu supaya jangan digusur,” sambungnya.

Pria yang akrab dipanggil Haji Nuroji itu mengharapkan dukungan pemerintah agar situs tersebut dapat terjaga kelestariaanya bahkan, dapat mengantongi status Cagar Budaya.

“Yah mestinya sih mensuport ya, keinginan teman-teman disini untuk mengajukan perlindungan sementara ya, saya katakan sementara karena ini statusnya belum cagar budaya, harus didaftar dulu. Kalau masalah tanah itu sudah jelas milik Kemenag, tapi yang kini sedang kita perjuangkan adalah masalah perlindungan untuk situsnya terlebih dahulu.” ucap Nuroji sambil terburu-bur u karena ada agenda dadakan.

Bagi Nuroji yang juga budayawan asal Betawi, Keramat Sambi memiliki potensi menjadi cagar budaya setidaknya ditingkat Kota Depok, meski harus melewati beberapa tahapan termaksud mendatangkan peniliti/ahli yang memang berkompeten untuk memberikan status cagar budaya.

Di penghujung acara, Ketua Padepokan Satria Muda Betawi Ahmad Sastra mengungkapkan, leluhurnya yang dimakamkan di Situs Keramat Sambi masih keturunan Prabu Siliwangi. Hal itu menandakan darah Ahmad Sastra masih mengalir darah Prabu Siliwangi.

Ahmad Sastra hanya berharap situs makam Keramat Sambi tak tersentuh oleh proyek pembangunan UIII dan akses jalan masuk menuju lokasi dapat diperbaiki jika situs Kramat Sambi menjadikan menjadi cagar budaya. (Joe)