Edah Jubaedah, Keberadaan Komite Kelas Sangat Membantu Di Masa Pandemi Ini

DEPOK, suarapers.com – Sekolah terlihat sepi, ruang kelas yang biasanya terisi murid kini kosong, kehadiran murid di situasi pandemi Covid-19, seakan hanya harapan belaka, sementara generasi penerus bangsa harus terus mendapatkan hasupan ilmu.

Setiap pagi sesekali para murid hadir walau hanya sekedar melihat, menyapa beberapa guru yang hadir serta teriakan kecil murid dari luar pagar, “selamat pagi bu guru,” ucap murid berpakaian bebas sambil melambaikan tangannya dan sang guru menyambut dengan senyum penuh haru.

“Iya. Tak ada suara tawa dan canda, hening dan hanya terlihat kursi kosong mlompong di setiap kelas. Entah kapan situasi pandemi Covid-19 segera berlalu, kasihan anak-anak sudah terlalu lama mereka tak masuk sekolah dan bertemu gurunya, terutama anak murid kelas satu.” Tutur Bu edah jubaedah dengan suara pelan.

Penyebaran pandemi Covid-19 bukan hanya di Depok saja, bahkah hampir seluruh belahan dunia mengalaminya.

“Semua harus tetap waspada, aturan-aturan protokol kesehatan, Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak (3M), sesuai anjuran pemerintah dan kita harus mematuhi demi kesehatan dan keselamatan kita semua, itu juga kita sampaikan ke siswa di saat PJJ. “Ucap edah penuh semangat.

Semua para guru berharap situasi seperti ini dapat segera berlalu agar proses belajar mengajar dapat berjalan kembali normal.

“Kita tuh semua guru di sini tuh begitu rindu suasana seperti dulu. Apalagi pada murid kelas satu, wajah lucu mereka belum kita lihat sampai saat ini.” Tutur kepsek dengan mata sedikit berkaca-kaca. Jumat, (25_09/20)

“Guru tuh, hanya bisa melihat, senyum dan menyapa mereka lewat PJJ saja dengan para murid. Dan hanya kata kangen sekolah dan bu guru itu yang murid sampaikan. Terkadang mereka menangis karena rindu sekolah dan gurunya. Situasi ini tak bisa terbayangkan berbulan bulan lamanya.” Ucap kepsek dengan suara agak tertahan.

Menurut edah, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih ada kekurangannya terkadang tidak mendapatkan sinyal yang bagus di Handphone, bahkan ada juga murid yang tidak punya Hp tentunya ini menjadi kendala juga untuk menyampaikan materi pelajaran.

“Karena bagaimana pun, daring seperti ini kekurangannya pasti ada dan kita guru harus sabar, di dalam menyampaikannya dan berulang ulang. Kita masih beruntung tinggal di perkotaan, bayangkan orang yang tinggal di pedesaan bahkan di pelosok yang terkadang tidak mendapatkan sinyal atau kendala lainnya, kan kasihan mereka.” Ucapnya lagi.

Menurut edah, sebagai pendidik harus bersabar ditengah Pandemi Covid-19 saat ini harus ada terobosan agar murid tetap semangat belajar di rumah bersama orang tua mereka, “Untung kita punya komite kelas yang sigap. Segala informasi tentang sekolah di sampaikan melalui WAG, jadi orang tua siswa butuh informasi komite kelas yang menyampaikan nya ke guru kelas masing-masing. Jadi kita sangat terbantu sekali dan bersyukur dan kita akan terus semangat. Memberikan pendidikan demi mencerdaskan generasi penerus Bangsa agar tidak ketinggalan di dalam menyampaikan pelajaran pada anak didik kita.” Ucap edah di penghujung pertemuan. (Joe)