Edi Sitorus : Gunakan Anggaran 2.7 milyaran Sebaik Mungkin Dan Berhati-hati-hatilah Di Dalam Penggunaannya

DEPOK. Suarapers.com. Di temui awak media usai mengikuti acara penyusunan Rencana kerja Perangkat daerah yang di gelar Disrumkin Kota Depok, Kamis, (20/02/20), Gedung Wisma Hijau, mekarsari, Cimanggis, kota Depok, saat di tanya apa harapan kedepan terhadap program dinas Rumkin Kota Depok.

Anggota dewan yang sudah menjabat 3 Priode ini hanya tersenyum. “Saya berharap
ke depannya untuk Rumkin. Yang jelas bahwa, pembangunan
Kota Depok ke depannya harus betul-betul mengarah kepada substansi. Artinya harus kepada kebutuhan masyarakat, terutama tahun 2021 program sudah harus berjalan sesuai apa yg di harapkan. Masyarakat Kota Depok dengan jumlah penduduk yang 2,2 juta jiwa, pemerintah harus Segera menuntaskan sesuai dengan janjinya membangun RSUD di wilayah timur. Ini Salah satunya dan Harus Segera terlaksana. Kemudian kedua, mendorong agar pembangunan sekolah-sekolah. Artinya ini juga harus sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, karena masalah sekolah bukan hanya orang yang tidak mampu saja tapi juga yang mampu. Orang tua juga was-was kalau anaknya sekolah, misalnya berjalan Jauh dari tempat tinggalnya.”Ucapnya.

“Selain itu juga,”Tambah Edi. “Kantor-Kantor Kelurahan, sebagai tempat pelayanan masyarakat masih banyak yang kecil, harus segera juga diantisipasi, begitu juga pembangunanannya. Swlain itu, yang menjadi kebutuhan masyarakat misalnya ruang terbuka hijau. Taman terbuka hijau juga amanat undang-undang bahwa pemerintah daerah harus menyiapkan 30% dari luas wilayah untuk ruang terbuka hijau, salah satunya tadi. Jadi, mudah-mudahan 2021 janji-janji Walikota terpenuhi, terkait dengan ruang terbuka hijau. Ada beberapa wilayah kelurahan yang belum terbangun.” Tegas Edi Sitorus.

persoalannya memang kalau di dalam satu Kelurahan ada Perumahan mungkin mungkin fasos Fasumnya ada, tapi kalau nggak ada, ya harus dibeli. Sebetulnya itu kan janji Walikota untuk ruang terbuka hijau, program yang memang wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah.”Sambungnya.

melalui Kelurahan Dana 2,7 M, bisa dibagi yang 1 Milyar itu untuk infrastruktur fisik, kemudian yang 1,7 itu untuk pemberdayaan masyarakat. saya menghimbau kepada pemerintah daerah, sebetulnya program ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan Melakukan swakelola, didorong agar masyarakat bisa berperan aktif ikut serta Di dalam Pembangunan Di daerahnya. Namun semuanya itu hati-hati di dalam pengelolaannya dan harus tetap di dalam Pengawasan.”Tegas Edi lagi.

Edi berharap, jangan sampai misalnya program fisik yang hanya 30 juta kebutuhan saluran, itu harus ke Pemda. Mudah-mudahan dana 2,7 M yang di kucur kan bisa Di kelola Sebaik mungkin dan bisa bermanfaat buat masyarakat.

“Misalnya di lingkungan ada proyek atau pembangunan, misalnya 40 juta dan yang mengerjakan masyarakat, berarti masyarakat juga dapat peluang untuk bisa bekerja di sana. Kira-kira seperti itu harapannya. Yang jelas Harus berhati-hati di dalam penggunaan anggarannya dan itu di awasi dan Ada pertanggung Jawabannya.”Tegas Edi Sitorus di Akhir kata. (Joe)