Endang Wahyudi : Keberadaan Komite Kelas Sangat Membantu Di Masa Pandemi Ini

DEPOK, suarapers.com – Ruang kelas terlihat kosong, hening tak ada suara canda murid dengan celotehan lucunya. Rindu, kangen seakan semua menyatu terbungkus rapat pandemi Covid-19 yang belum usai.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN. Curug 2, Endang Wahyudi. S.pd, MM menyatakan. Penyebaran pandemi Cobid-19 begitu lama dan menjenuhkan. Sudah 7 bulan lamanya para guru tidak tapat bertatap muka langsung dengan para siswa. Suasana begitu hening, sepi hanya terlihat kursi kosong di kelas. Entah kapan situasi pandemi Covid-19 segera berlalu.

“kasihan anak-anak sudah terlalu lama mereka tak masuk sekolah dan bertemu gurunya,”ucap Endang dengan nada pelan.

Penyebaran pandemi Covid-19 bukan hanya di Depok saja, bahkah hampir seluruh belahan dunia mengalaminya.

Di Situasi seperti ini tak bisa kita lawan apa lagi kita hindari, “semua harus tetap waspada, aturan-aturan harus sesuai protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dan kita pun harus mematuhi demi kesehatan dan keselamatan kita semua.”Ucapnya

“Kami para guru berharap situasi seperti ini dapat segera berlalu agar proses belajar mengajar dapat normal berjalan seperti biasa. Tapi apa mau di kata situasi seperti ini tidak ada yang tahu, kapan berakhir.”ucap kepsek teladan dan berprestasi Tahun 2020 ini. Selasa, (20/10/20)

Masih menurut Endang, Para guru hanya bisa melihat dan memberi materi pelajaran hanya lewat PJJ dengan para murid, terkadang siswa berucap, kapan yah bisa sekolah lagi dan bertemu teman-teman dan guru.?. Murid jenuh apalagi kita para guru.”Ucapnya Sambil tertawa.

Memasuki bulan Maret di mana sekolah harus di liburkan karena penyebaran pandemi Covid-19 yang luar biasa, sementara para guru harus tetap memberikan materi pelajaran agar murid tidak ketinggalan pelajaran.

“Pada awalnya para guru memang agak bingung, apa yg harus mereka lakukan dengan sistim pengajaran jarak jauh. Makanya kita memberikan pelatihan dan mampu menggunakan dan menguasai tehnologi komputer agar materi pelajaran dapat terus di berikan kepada murid.”tegas Endang.

Sistim Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ada kekurangannya yakni, “tidak semua murid memiliki hp, adanya ganguan sinyal, paket habis pokoknya banyak kendalanya, apalagi kalau siswa tidak punya hp bagus, kemudian paket habis jadi banyak kendalanya. Otomatis materi pelajaran tidak maksimal dapat di terima para siswa.”Ucap Endang.

Kekurangan sistim ini pasti ada dan kita guru harus benar-benar sabar, kita masih beruntung tinggal di perkotaan, bayangkan orang yang tinggal di pedesaan bahkan di pelosok.

“Saya bersyukur keberadaan komite sekolah di SDN Curug 2 Cimanggis, Kota Depok ini, dimana orang tua murid yang ada di dalamnya begitu peduli, mereka saling membantu dan mendukung di situasi pandemi Covid-19 ini kita para guru cukup terbantu.”Ucap kepsek penuh senyum.

Tugas para pejuang pendidikan yang sering disebut pahlawan tanpa tanda jasa, ditengah Pandemi Covid-19, harus terus semangat untuk mencerdaskan generasi penerus Bangsa yang tangguh.

“Kita terus berjuang sekuat tenaga agar menyampaian materi pelajaran dapat terus berjalan. Semoga pandemi Covid-19 ini lekas berlalu.” Ucap Endang dipenghujung waktu. (Joe)