Kopdar Perdana APPDI Berjalan Sukses

CIBINONG, suarapers.com – Kegiatan Kopi darat (Kopdar) yang dilakukan oleh Asosiasi Pemerhati Penyandang Disabilitas Indonesia (APPDI) yang dikomandoi oleh Banuara Victor Sihombing berjalan penuh keceriaan sesama Anggota.

Anggota APPDI yang hadir di kantor Sekretariat, di Kel. Pabuaran Rt. 08/03. No. 62 Cibinong, Bogor, belum sepenuh nya dapat hadir tentunya selain kesibukan juga banyak hal-hal yang perlu perhatian khusus karena hampir seluruh anggota APPDI adalah penyandang Disabilitas.

Motor penggerak Appdi sendiri yakni Banuara Viktor Sihombing, mengalami kebutaan memasuki usia 22 tahun saat dia sedang kuliah di IPB, begitu juga sahabat satu SMP nya Ignatius zamzam yang juga mengalami hal yang sama.

“Saat ini anggota yang tergabung di grup APPDI cukup banyak dari Sabang sampai merauke, semua terwakili, dan tidak semuanya penyandang tunanetra, ada yang donsindrum, cacat tubuh di atas kursi roda, tunawicara, tunadaksa, tunagrahita, dan semua masuk di Sekolah Luar Biasa (SLB) ada di APPDI.”Ucap Banuara sambil tersenyum.

Mama Amel dari Cibinong, yang mempunyai anak donsindrum sangat bangga bisa bergabung di Appdi dia merasa tidak sendiri lagi.

“Saya senang bisa mengenal dan bergabung di sini, ada rasa yang beda, penuh kebersamaan dan saling menguatkan satu dengan yang lainnya.”Ucap mama Amel sambil meneteskan airmata.

Amel yang kini berusia 16 tahun, tak bisa berdiri sendiri, Amel butuh perhatian khusus namun saya berharap agar pemerintah dapat memperhatikan masa depan anak-anak yang berkebutuhan Khusus baik pendidikan dan kemandiriannya.

“Saat ini saya sebagai orang tuanya masih bisa membantu dan membimbingnya, tapi kalau saya sudah tidak ada bagaimana nasib Amel,”tuturnya sambi meneteskan air matanya.

Begitu juga halnya dengan Prihatiningsih atau akrab di sapa mama Anis. “Anis sejak kecil sudah mengalami kelainan yang luar biasa dan menurut dokter banyak organ tubuh yang perlu operasi khusus kelak bila Anis sudah cukup usianya.

“Saat masih bayi Anis belum bisa di operasi, karena kulitnya masih sensitif dan dapat membahayakan. Setelah cukup usianya untuk di operasi, Anis mengalami 9 kali mengalami operasi. Dari wajah, tangan, kaki, mulut, perut dan tak ada rambut sama sekali, pokoknya luar biasa apa yang di alami Anis. Seharusnya langit-langitnya harus di operasi tapi saya Gak tega.”Ucap mama Anis Sambil mengusap air matanya yang perlahan menetes.

Masih di suasa Kopdar, hadir juga Pasangan tunanetra yakni pak Darmin, dengan segala keterbatasannya, pak Darmin dan istri yang ber profesi sebagai trapis/pijat kesehatan sanggup mendidik 4 orang anaknya hingga lulus sekolah.

“Saya bersyukur bisa bergabung di Appdi ini. Apa yang bisa saya bantu untuk ke depannya saya siap, tentunya dengan kemampuan saya. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk memberikan yang terbaik guna kemajuan dan kesejahteraan warga Appdi. Saya bisa memberikan pengajaran memijat kesehatan bagi yang berminat dan juga bagaimana agar warga Appdi juga bisa mendapat ke sejahteraan dengan bergabung fi Apodi ini. Kami berharap agar pemerintah juga memperhatikan keberadaan kaum Disabilitas yang memiliki keterbatasan dan kebutuhan khusus ini. kami juga berhak mendapatkan pelayanan yang sama.”Ucap Darmin penuh harap.

Acara Kopdar Appdi yang di buka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan di lanjut dengan perkenalan, diskusi kecil tentang program kerja Appdi dan di lanjutkan santap siang bersama. Kegiatan Kopdar ini mendapat respon positif oleh warga Appdi yang tidak sempat hadir. Mereka berharap ada acara lanjutan yang lebih besar agar semua warga Appdi dari sabang sampai merauke dapat berkumpul semua.

“Nanti, kita akan lakukan kegiatan yang sekupnya lebih besar, dan ini perlu pembahasan yang luar biasa, mengingat banyaknya keterbatasan yang kita miliki. Doakan agar apa yg kita harapkan dapat terwujud dan berkumpul semua Anggota Appdi,”Ucap Banuara sang pelopor penuh Optimis.(Joe)