Tatang Komarudin, Semoga Pandemi Covid-19 Cepat Berlalu

DEPOK, suarapers.com – Kepala Sekolah SMKN.3 Kota Depok,Tatang Komarudin mengatakan bahwa, penyebaran pandemi Covid-19 yang tengah melanda bukan hanya di Indonesia bahkah negara lain pun menghadapi hal dan situasi yang sama.

Kondisi seperti ini tak bisa kita lawan dan hindari, kita semua harus tetap ikuti protokol kesehatan yang semuanya telah di tentukan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami semua para guru hanya berharap situasi seperti ini dapat segera cepat berlalu agar proses belajar mengajar dapat berjalan seperti sedia kala,”harapnya.

Guru memang begitu rindu suasana seperti dahulu, tidak bisa terbayangkan hal ini begitu lama.

“Kita para guru hanya bisa melihat dan menyapa para siswa lewat PJJ. Jadi situasi ini tak bisa kita tatap muka langsung dan tak terbayangkan sudah memasuki 7 bulan lamanya tanpa berjumpa dengan para murid,” Ucapnya.

Di awal penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) para guru memang agak kesulitan namun akhirnya terbiasa juga sampai saat ini.

“Pada awalnya para guru memang agak bingung karena tidak terbiasa memberikan materi pelajaran lewat PJJ.
Kita para guru harus bisa menyampai materi pelajaran dengan baik. Makanya kita diberikan pelatihan agar lebih memahami dan mampu menguasainya komputer. Saat ini kita sudah bisa dan dapat menyesuaikannya. Walau memang beda bila di banding tatap muka langsung.” Ucap kepsek.

Selain guru para murid juga mengalami hal yang sama. terutama bagi murid yang tidak mememiliki Hp bagus dan memiliki aplikasi ini menjadi kendala di tambah lagi mereka harus membeli paket atau pulsa serta sinyal yang kadang tidak normal. “Kita juga pinjamkan siswa yang tidak punya kita pinjamkan dan bantu agar mereka bisa mengikuti pelajaran,” tambah tatang saat di temui di ruang kerjanya. Senin, (19/10/20)

Bagaimana pun pengajaran sistim seperti Dalam jaring (Daring) seperti ini pasti ada kekurangannya. Sesekali kita perlu lakukan juga Luar jaringan (Luring), tatap muka perlu di coba untuk mengilangkan kejenuhan siswa, tentunya dengan protokol kesehatan yang telah di tentukan.

“Saya sangat berharap guru bisa memberikan pelajaran dengan tatap muka , tentunya dengan adanya batasan waktu dan jumlah siswa di setiap kelasnya. Untuk keperluannya sudah kita siapkan. Tapi sampai saat ini tidak bisa kita lakukan karena aturan pemerintah yang belum mengijinkannya. Walau ada beberapa daerah yang sudah mencoba menerapkan seperti itu, tapi di kita belum bisa karena situasi yang kadang tidak menentu.” TambahTatang

Inilah tugas para pejuang pendidikan, yang sering disebut pahlawan tanpa tanda jasa, ditengah Pandemi Covid-19, harus terus semangat untuk mencerdaskan generasi penerus Bangsa Indonesia.

“Peran serta orang tua murid yang tergabung di dalam komite juga sangat membantu terjalinnya kerja sama antara guru dan anak didik. Kita terus berjuang sekuat tenaga. Semoga pandemi Covid-19 ini lekas berlalu.” Ucap Tatang. (Joe)