Tokoh Lintas Agama Kota Depok Menghendaki Kehidupan Baru, Harapan Baru, Pemimpin Baru Di Kota Depok

DEPOK, suarapers.com – Berada di Resto Khasanti Jl.Pemuda Pancoran Mas Kota Depok, Jumat (24/07/20) para tokoh agama kota Depok mengelar komfrensi pers bertemakan, Depok Butuh

Perubahan, New normal, new hope, new leader. Tulisan di spanduk memberi semangat perubahan di Kota Depok yang kita cintai.

Tokoh masyarakat Kota Depok H. Lufianto mengatakan, “Kami menghendaki dan berharap adanya pemimpin baru, karena situasi juga baru dan kita akan menuju ke kehidupan yang baru. Alasan hadirnya pemimpin yang baru, karena kita sudah merasakan pemimpin yang lama. Jadi kita ingin suatu perbaikan pembangunan di Kota Depok, baik pembangunan fisik seperti tol Desari, berharap agar arah Sawangan yang macet menjadi lancar untuk itu perlu adanya pelebaran jalan,” jelasnya.

“Selain itu,” tambanya lagi. “Sikap dan perhatian pemerintah kota Depok kepada tokoh agama dan lintas agama agak berkurang, seperti tidak ada pemerataan dalam memberikan bantuan kepada lembaga-lembaga ke agamaan,” tambahnya.

Selaku tokoh masyarakat KH.sahroni juga turut menyampaikan pandangannya bahwa, “Tiga periode Walikota yang lalu tentu ada baiknya kita juga apresiasi, tapi banyakkan kurangnya, dimana seharusnya kalau mau sinkron dengan pemerintah pusat seperti pembenasan jalan tol penggantian lahannya tidaklah lama, namun ini bisa dilihat pembebasan lahan makan waktu lama. Melihat jika melihat SDM, katanya unggul, dimana unggulnya, ? Dan, katanya Depok kota layak anak, saya melihat kota Depok belum layak disebut kota layak anak dan juga kerukunan, dan sempat Kota Depok menjadi kota intoleransi,” tuturnya.

Kami berharap calon pemimpin yang baru haruslah peduli pada struktur sarana dan prasarana kota dan serius digarap. Mapingnya dan masterplan jelas segera pembebasan lahan serta kerukunan, FKUB harus disupport, tegasnya lagi.

Hal serupa juga di samapaikan oleh Pdt. Bebalazi Zega, “harapan kedepan agar pemerintah kota Depok bisa mengayomi enam agama di Indonesia, tidak hanya untuk agama tertentu saja, jika ada support dari pemerintah maka kita para tokoh agama akan bergandengan tangan bersama-sama dan itu yang kita harapkan ke depannya pada pemimpin baru.

Sebagai warga Depok Darius Leka mengatakan, “banyak hal yang perlu diperhatikan seperti Silpa, kenapa sampai ada dana sisa yang seharusnya dana tersebut harus diolah dengan baik. Berarti pengelolaan anggaran yang kurang dan dari segi pendidikan banyak sekolah dimerger tanpa melakukan kajian terlebih dahulu. Saya berharap, siapapun yang menjadi pemimpin kedepan haruslah pemimpin baru pemimpin untuk semua kalangan masyarakat, kalau hari ini saya melihat masih terkotak-kotak.”Tagasnya

Nyoman Budastra juga ikut menyampaikan terkait pemimpin yang akan memimpin kedepan, “diharapkan adanya pemimpin yang baru dan pemikiran yang baru dan kreatif, seperti saat ini kita melihat masih banyak anak jalanan berkeliaran dan sampai saat ini saya belum melihat adanya sepak terjang Wali Kota, ini yang saya rasakan,” keluhnya. (SL)